Home / CULINARY / Sate Legendaris Ajo Ramon, Hati-Hati Kalau ke Sana!!

Sate Legendaris Ajo Ramon, Hati-Hati Kalau ke Sana!!

Sebenarnya sore itu saya sudah cukup berusaha untuk datang lebih cepat. Lokasi undangan yang hendak saya tuju, berdekatan sekali dengan satu tempat kuliner yang “katanya” sangat terkenal, bahkan “katanya” sudah jadi “legenda”. Siapapun yang mengaku sebagai pakar kuliner, “dianggap” pasti sudah tahu.  Saya pun harus ke sana dulu sebelum ke tempat undangan. Rasa dan aromanya sudah menari-nari di depan mata. Pengalaman mencicipinya 2 tahun lalu mulai merangsang air liur berkeliaran di rongga mulut.

Tapi sayang, lalu lintas Jakarta sangat tidak bersahabat. Walhasil,  saya harus mengikuti undangan terlebih dahulu dan baru bisa ke target kuliner legenda tersebut jam 9 malam.

Jarak menuju ke “target” cuma sekitar 200 meter. Sepanjang jalan kaki ke sana, ada perasaan khawatir, takut kehabisan, hehehehe… Dan ternyata…. alhamdulilah.. saya masih dikasih kesempatan untuk merasakan lezatnya kuliner yang satu ini. Sate Padang AJO RAMON. Dari jauh, terlihat lapak Ajo Ramon masih terang dan ada tanda-tanda nyata kalau dia masih buka. Asap bakaran.

Begitu tiba di pasar dimana sate ini berada, aroma sate bakar sudah tercium. Seolah menyongsong dan menyambut kehadiran saya, aroma sate tersebut layaknya red carpet yang akan menuntun jalan saya. Kepulan asap yang keluar dari panggangan menutupi area sekitar. Saya pun pindah jalan, menyusuri jalan yang lebih sedikit asapnya. Meski asapnya harum, tapi sayang juga kalau menempel di kemeja andalan yang saya pakai, ahay..!!

Warung sate Ajo Ramon, di Pasar Santa

AJO RAMON

Sate padang Ajo Ramon, pertama kali dibuka oleh Ramon Tanjung tahun 1980 di Pasar Santa. Seperti kisah-kisah sukses lainnya, Ramon memulainya dengan sebuah perjuangannya. Banyak tantangan yang dia hadapi, mulai dari sempat bangkrut karena kurang modal, gangguan preman, sering pindah tempat, tidak laku, dan lain-lain.

Sebelum mangkal di tempat yang sekarang, Ramon menjual sate Padang dengan gerobak kecil dan mangkal di beberapa tempat. Pada akhirnya Ramon mangkal di Mampang, yang saat ini sudah dijadikan pusat dapur dari sate Ajo Ramon.

Ajo Ramon, sumber : Twitter @satepadang_Ajoramon

Ramon Tanjung, berasal dari Pariaman, itu sebabnya dia dipanggil “Ajo”. Berbeda dengan daerah lain, di Pariaman, abang dipanggil Ajo bukan Uda. Berdasarkan itulah “bisnis” sate padang yang dia buka, dinamakan Sate Padang Ajo Ramon.

Kecintaannya pada bisnis sate ini sudah dimulai dari bujang. Saat masih sekolah di Padang, dia ikut pamannya untuk bantu-bantu berjualan sate.

Setelah itu ada pamannya yang lain, yang mengajaknya ke Jakarta untuk bekerja di usaha sate khas Pariaman yang baru dia buka di Jakarta.

Ramon pun ikut ke Jakarta. Setelah berumah tangga Ramon pun mencoba untuk memulai usahanya sendiri. Ia menggunakan pengalamannya untuk membuat racikan bumbu yang baru. Nama Ajo Ramon pun mulai berkumandang sejak tahun 1980 itu.

Tahun 2016, Ajo Ramon, sang pemilik dan pelopor Sate Padang Ajo Ramin, meninggal dunia. Beliau meninggal dunia di RSAL Mintoharjo, Jakarta Pusat, saat menjalani perawatan karena sakit DBD, batu ginjal dan lambung.

Sampai dengan saat ini, Sate Padang Ajo Ramon, telah mengembangkan bisnisnya dengan membuka 8 cabang di Jakarta, diantaranya di daerah Kalibata, Kelapa Gading dan Bekasi. Beberapa penghargaan pernah diraih oleh Ajo Ramon, seperti : juara pertama lomba sate padang se-Jakarta tahun 2003, penghargaan dari UKM SMESCO Indonesia, dll.

Banyak nilai-nilai positif yang ditularkan oleh sang Pelopor (demikian anak-anaknya menyebut bapaknya) kepada anak-anaknya. Diantaranya ketegasan, kedisiplinan, dan kerja keras. Almarhum patut diteladani. Mulai dari disiplin cara masaknya, buka tutup tempat, tata cara manajemen usaha, hingga disiplin tahap demi tahap membuka cabang.

Anak-anaknya pun, sejak dari Sekolah Dasar sudah diperkenalkan kerja disiplin, membantu ayahnya, mulai dari cuci piring, memasak, menyajikan hingga melayani pembeli.

HATI-HATI KE AJO RAMON

Sebagai tempat makan yang sangat terkenal dan enggak pernah sepi, untuk saya pribadi, ada beberapa hal yang harus sangat saya perhatikan kalau mau ke tempat sate legenda ini. Jika tidak, siap-siap saja untuk kecewa. Jadi, kita harus benar-benar berhati-hati. Lantas, apa saja yang harus kita perhatikan? Simak baik-baik yang di bawah ini.

1. Perhatikan Tempatnya.

Menikmati sate padang Ajo Ramon. Yang enggak suka ramai, datang di atas jam 9 malam.

Ada beberapa cabang Sate Padang Ajo Ramon, tapi tempat yang dianggap legendaris adalah yang di Pasar Santa, Jalan Cipaku, Jakarta Selatan. Ini karena tempat tersebut adalah tempat pertama kalinya Sate Padang Ajo Ramon dibuka. Tidak heran, meskipun lokasinya ada di parkiran, sate pada Ajo Ramon selalu ramai. Pembeli selalu antri. Mulai dari anak remaja, pegawai kantoran sampai dengan para pejabat dan artis terkenal pun, sering makan langsung di tempat ini.

Ramainya orang yang makan sering kali pula mempengaruhi mood kita saat makan. Apalagi setelah sebelumnya harus rela antri dan dikerubuti asap bakaran. Sudah pasti dijamin lahaplah kalau makan disini. Keringat yang bercucuran karena AC-nya AC alam pun semakin membumbui kenikmatan makan sate di tempat ini.

Jadi, saya akan selalu memilih makan Sate Padang Ajo Ramon yang di Pasar Santa. Suasananya seru, ramai dan mata bisa jelalatan lihat ke sana-sini. Uhuy… Hati-hati, jangan salah pilih tempat!!

2. Perhatikan Waktunya.

Suasana jam 9 malam, mulai sepi, sate mulai habis

Sate padang Ajo Ramon, buka mulai jam 16.00 WIB sampai dengan jam 23.00 WIB. Itu infonya. Tapi hati-hati, jangan harap masih dapat melahap sepiring sate kalau datang jam 11 malam. Saking ramainya, sering kali jam 8 atau jam 9 malam, satenya sudah habis. Ludes tak tersisa! Jadi, pandai-pandailah mengatur waktu jika hendak ke tempat legendaris ini.

Jam-jam ramainya adalah mulai jam 16.00 – 19.00, antrian pun panjang. Muka-muka resah dan tidak sabar menghiasi seisi warung tenda Ajo Ramon. Tak jarang teriakan-teriakan menanyakan pesananpun “berdesing” dari kiri dan kanan kuping kita.. Ahay.. sedikit lebay, tapi begitulah kenyataannya. “Ajoooo… pesananku mana? 10 usus 10 lidah!!”

Buat saya, suasana seperti ini yang saya cari. Saya bisa terhibur memperhatikan berbagai macam sifat asli yang muncul dikala kelaparan atau mungkin karena enggak sabar menikmati lezatnya hidangan. Suasananya benar-benar ngangenin. Sayang sekali, kemarin saya datangnya malam, suasanan mulai sepi.

Tapi, apakah kalian suka keramaian? Bagi kalian yang tidak suka suasana ramai, datanglah jam 9-11 malam. Tapi ingat, kalian akan berhadapan dengan resiko yang cukup besar. Bakal kehabisan !! Seperti saya kemarin, nyaris kehabisan. Jadi, berhat-hatilah memilih waktunya.

3. Perhatikan Isi Dompet Anda.

Ya… benar.. perhatikan baik-baik isi dompet Anda jika ingin mencoba kuliner yang satu ini. Bukan karena ditempat itu banyak copetnya bukan. Atau mungkin iya, tapi copetnya Anda sendiri. Hahaha.. bingung? Dulu waktu pertama datang dengan “teman”, saya hampir malu. Benar-benar hampir malu.

Sate padang Ajo Ramon punya potensi untuk merobek dompet Anda. Kenikmatan daging-daging kemerahan yang ditusuk dan dibalut bumbu khas Padang Pariaman ini memang benar-benar sulit dilupakan kenikmatannya.

1 porsi sate padang Ajo Ramon

Sate padang Ajo Ramon ini berasal dari Kabupaten Padang Pariaman, sebelah utara Kota Padang. Perbedaan sate Padang Pariaman dengan sate Padang Bukit Tinggi atau yang lainnya adalah bumbu dagingnya yang kemerahan, serta kuahnya yang coklat pekat, tidak kuning seperti beberapa sate dari daerah lain.

Biasanya, kalau saya ke sate padang Ajo Ramon, saya pasti memesan 2 porsi sate campur yang terdiri dari sate lidah, sate usus, dan sate daging. 1 Porsi sate padang Ajo Ramon terdiri dari  ketupat dan 10 tusuk sate. Dan malam kemaren, saya masih mendapatkan semuanya, hanya saja sate lidahnya tinggal tersisa 5 tusuk. Hiks.

Setelah tersaji, saya langsung menyantap satu tusuk sate lidah. Sate lidahnya begitu lembut, agak kenyal khas lidah dan bumbunya benar-benar saya suka. Dan yang paling saya suka sebenarnya sate ususnya. Duh.. rasa gurih lemak dan ada rasa khas terbakarnya, benar-benar pas dengan bumbunya, its so yummy!

Sate dagingnya tak kalah nikmat, daging memang lebih berserat dibanding lidah, namun potongannya yang pas dijamin akan membuat kita ingin terus melahapnya.

Ada dua hal yang keren dari tempat ini. Yang pertama adalah, kita boleh minta bumbunya sesuai yang kita mau. Enggak pelit sama sekali. Yang kedua, rasanya tetap maknyus, tidak mengecewakan.

Cara lain menikmati sate pada Ajo Ramon, pakai kerupuk kulit dan keripik pedas disiram kuah bumbu.

Dan apa rahasia dari kelezatan sate padang Ajo Ramon?

Rahasianya terletak pada dagingnya yang terasa begitu pas. Dimasak dengan cara memasak sate Padang warisan keluarga, seperti bumbu racikan dan proses tahapan memasaknya. Daging, lidah, dan usus yang sudah bersih direbus menggunakan bumbu sampai matang, kemudian ditiriskan sambil dibumbui kembali, baru dibakar saat dipesan pembeli dan dilumuri bumbu kuah andalannya.

Untuk menyantap kenikmatan di tempat ini, perorangnya cukup menyediakan uang Rp.40.000,- untuk 1 porsi sate, kerupuk kulit/keripik ubi pedas dan minuman. Memang relatif tidak murah. Tapi ini enggak adil jika dibandingkan dengan rasanya.

Nah, inilah bahayanya sate padang Ajo Ramon, terutama untuk dompet kita. Apalagi kalau kita ingin mengajak dan mentraktir teman-teman kita. Perhatikan betul-betul isi dompet Anda, jangan sampai Anda malu.

Kejadian yang memalukan ini pernah menimpa saya, Nikmatnya sate Ajo Ramon, sulit membendung keinginan saya dan teman-teman saya untuk tidak tambah lagi. Untungnya saya nekat. Mengingat isi dompet terbatas, langsung saya bilang ke teman-teman, “Temanssss, ternyata kalau mau nambah kita mesti datang lagi kapan-kapan nih. Hari ini isi dompet tidak mendukung, tadi lupa ke ATM dulu. Nggak nyangka kalau bakal senikmat ini dan minta nambah terus.. so… sorry ya..”

Jadi .. hati-hatilah ke sate padang Ajo Ramon, jika dompet pas-pasan, kecuali Anda mau menahan selera Anda.

Terima kasih Ajo Ramon, semoga Ajo tenang di sana. Aamiin. Terima kasih juga untuk Ajo Iwan, Ajo Supriadi atas cerita tentang sang ayah.

 

About Eka Siregar

Halo.. panggil Bang Eka aja ya.. pada dasarnya saya senang jalan-jalan, makan dan mengerjakan atau mencoba hal-hal baru. Nah, di sini saya coba bagi ke teman-teman apa-apa yang telah saya lihat, dengar, dan rasakan sendiri. Silahkan dibaca-baca ya..

Check Also

Cara Seru Libur Tahun Baru di Jakarta

Tahun Baru Tahun baru. Kayaknya sudah jadi 2 kata sakral dalam rentang waktu tahunan orang-orang …

Maharani Guest House Tebet Jakarta, Hotel Lowbudget yang Keterlaluan

Bukan lagi ada kalanya. Karena kita memang butuh parkir sejenak untuk melakukan semua perenungan. Dan …

60 comments

  1. Mantap nih emang sate Padang nya

  2. Dududu kudu di coba nih….

  3. ini ada cabang cibubur gag yah bang?? hehehe

  4. Ya ampuuunnn, gambar sate terakhirnya bling-bling gituuuu!!!!! Bikin mupeng bang!

  5. Termasuk hati-hati menghabiskan beberapa porsi sate sepertinya ya om kalau kesini,

  6. Aiiih jadi mupeng pengen nyobain satenya, bang! 😃

  7. Nanti kalau main kesana, nyobain ah.

  8. Porsinya sepertinya kurang banyak hahaha…. Maklum, saya penyuka sate..

  9. Salah satu lokasi kuliner favorite ku ini 😁

  10. Ya ampun baca ini jadi ikut ngiler2 gini -_-

  11. Wah itu satenya bikin pengen. Salut juga sama kisah Alm. Ajo Ramon, ga cuma ngewarisin bisnisnya tapi juga sikap disiplin dan kerja keras. Kereeeen..

  12. Ya Allah kemarin ke Padang cuma makan sate pinggir kelok 9 🙁 wkwkwk

  13. Baca ini sembari ngiler 😂😂

  14. EMPAT PULUH RIBU SEPORSI??? OKEH BHAY!
    Mending makan sate padang pinggir jalan aja daaah… empat puluh ribu bisa ampek kali tambuah! Hahahaha…

    • ada harga ada rasa.. itu kalau kata orang sunda.. dan itu sate pinggir jalan hehehehehe…. 40 ribu itu udah sama minum dan teman2nya.. spt kerupuk dan bungkusnya… plus asap nya yang menggoda selera.. wkwkwkwk

  15. Sebenarnya aku bukan pecinta atau pemburu kuliner, tapi penyampaian dari bang Eka buat aku penasaran. Dan FIX, aku pengen coba gimana sih rasanya.

  16. hAhahah …bagian Hati hatinya nonjok banget…bakalan mampir kl pas lewat santa ini mah…

  17. Tulisannya senikmat sate Padang AjoRamon. Diksinya dipikirin banget kayanya, sampai beneran nelen ludah saking ngerasa kayanya ini sate padang enak bebaran deh haha

  18. Ok fix bang eka berhasil bikin pembaca pada ngiler

  19. Baru baca saja sudah buat saya lapar.. Nanti coba ah kalau ke Santa. Thanks reviewnya bang!

  20. Tau nih tempatnya. Boleh di ciba nih kapan2 Bang.

  21. Lengakap banget om. Luar biasa emang om

  22. Wah sepertinya enaaakk… 😁

  23. Ooo yg di Pasar Santa cabangny bang? Ini aseli enak bgt, malah lebih enak dr sate yg di padang panjang itu

  24. Tulisan anda membuat saya ingin mencoba sate yang satu ini, bedanya apa dengan sate padang biasa?

  25. duh,jadi laper bang wkwkwk.
    pasar santa ya. ok fix. kapan2 kesana
    http://www.belajaronlineshop.com

  26. Saya baru bertamu di blognya bang eka dan disuguhin sate dalam gambar..ngecess..kwkwkw..

  27. Aku pernah ke sana agak kaget pas mau bayar anyway it’s worth. Rasanya memang sesuai harga. Ga kecewa. Hati-hati ketagihan😊😊

  28. Menggiurkan tuk dicoba. Selama ni klo pingin sate padang larinya ke sate padang mak iciak samping untar

  29. Ngebayangin Bang Eka makan sambil ngobrol bareng sama Ajo2nya… Thumbs up buat Bang Eka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: