Home / TRAVELING / JAVA ISLAND / Curug Sang Hyang Taraje, Magnet Pesona dan Legendanya

Curug Sang Hyang Taraje, Magnet Pesona dan Legendanya

SERI SWISS VAN JAVA – #02

Seri ini adalah seri yang bercerita tentang pesona yang dimiliki oleh Kabupaten Garut yang dikenal sebagai SWISS VAN JAVA – Swiss-nya Jawa – saking indah dan sejuknya.

Di bagian kedua dari seri ini saya mau cerita tentang salah satu tujuan wisata andalan baru di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Saya akan bawa kalian berfantasi ke salah satu air terjun yang masuk ke dalam salah satu air terjun tertinggi di Jawa Barat. Namanya Curug Sanghyang Taraje.

Pesona salah satu curug / air terjun tertinggi di Jawa Barat

Apa-apa saja yang membuat kalian harus datang ke tempat ini? Ya tentu saja ada banyak alasannya. Beberapa di antaranya karena pesona dan mitos atau legendanya.

Sewaktu mengunjungi air terjun tersebut, sebelumnya saya bersama rombongan tinggal di Wisma LEC Garut. Bagi para traveller low budget, tempat ini cocok banget. Selain murah, tempatnya juga strategis. Dekat dengan Terminal bus, jalan kaki hanya sekitar 2 menit. Dekat dengan pusat kota, kurang lebih 5 km jaraknya. Dekat pula dengan daerah-daerah wisata Cipanas, Kamojang dan lain-lain.

Kami ambil kamar dengar harga 85 ribu Rupiah per malam untuk 4 orang. Bisa juga diisi 6 orang asal mau berbagi kasur dengan teman sekamar. Ada juga kamar dengan harga 100 ribu per malam yang bisa untuk 8 orang. Hemat bukan?

Mengingat perjalanan dari wisma (Garut) sekitar 2 – 3 jam untuk sampai ke tujuan, maka kami putuskan untuk berangkat pagi-pagi, tepat jam 06.00 WIB dari wisma. Dan untuk benar-benar mengefisienkan waktu, kami pun berencana untuk sarapan dengan nasi kotak di dalam mobil. Ajaib, anggota rombongan kali ini benar-benar disiplin. Jam 05.00 WIB semua sudah siap untuk berangkat. Begitu nasi box datang, kami pun langsung go..

Perjalanan ke Curug Sang Hyang Taraje

Perjalanan menuju lokasi benar-benar perjalanan yang memanjakan mata. Pemandangan bukit, gunung, dan lembah seolah berlomba pesona. Masing-masing mempersolek dirinya untuk merebut pandangan mata para pelintas. Pas banget dah, yang ikut banyak yang jomblo nih. Banyak yang butuh hiburan.

Hingga sampai pada suatu persimpangan jalan kecil, saya memutuskan untuk berhenti dan mengajak rombongan untuk turun dan meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Dan sepertinya, persimpangan ini memang tempat berhentinya semua kendaraan yang akan menuju curug. Ada lapangan kecil untuk parkir, dan ada banyak sekali ojek untuk menuju curug yang parkir di sini.

Informasi yang kami terima sebelumnya, jalanan yang akan kami lewati sungguh tidak bersahabat untuk kendaraan beroda empat. Jalanan sebagian masih belum di aspal, berbatu-batu, sempit, bertikungan tajam, dan hampir separuhnya bersisian langsung dengan jurang yang dalam.

Sebenarnya ada ojek yang menawarkan jasa untuk mengantar ke lokasi. Namun, karena memang masih pagi dan jalanan menurun, maka kami memutuskan untuk tetap berjalan kaki saja sejauh 2 km. Hitung-hitung olah raga pagi. Dan pas pulangnya nanti aja baru pakai jasa babang ojek.

Pemandangan di sepanjang jalan menuju curug

Dan alhamdulilah, keputusan untuk jalan kaki adalah keputusan yang sangat tepat. Pemandangan sepanjang jalan sungguh luar biasa. Butuh beribu pujangga untuk menuliskan keindahannya. Lengkap sekali. Tidak hanya sawah, perkebunan, hutan, dan lembah. Kami pun kerap berjumpa dengan warga yang tengah bergotong royong membersihkan rerumputan liar di sepanjang jalan. Sungguh pemandangan yang sudah jarang di jumpai di perkotaan.

Beberapa jalan sudah bagus. Sawah dan jurang bersisian.

Sekitar 100 meter dari parkiran motor dan loket masuk, kita sudah bisa mengintip keindahan air terjun yang penuh dengan legenda tersebut. Setekah membayar loket, kita bisa langsung turun ke lokasi melalui jalan setapak yang sudah disemen rapih, dengan tanaman yang tampaknya dirawat dengan baik pula.

Pesona Curug Sang Hyang Taraje

Baru turun sekitar 50 meter, pandangan seolah dituntun menuju ke pintu gerbang surga yang Tuhan turunkan ke bumi di tanah Pasundan. Dan semua seolah tertegun beberapa saat.

Tidak begitu jauh turun, kita akan langsung disuguhi pemandangan seperti ini.

Air terjun yang menjadi incaran para traveller ini memang sungguh mempesona. Berada diantara 2 buah perbukitan hijau, 2 buah air terjun besar mengalir jatuh dari ketinggian kurang lebih 80 meter. Besar dan tingginya air terjun ini, membuat curahannya jatuh dengan deras sehingga percikan airnya yang membentuk embun ini bisa terasa sampai jauh.

2 air terjun kembar ini mengalir dari ketinggian 80 meter

Selain curahan dan percikan embunnya yang mempesona, tebing-tebing di kiri dan dan kanannya pun keren benget. Hijaunya yang berasal dari lumut-lumut tebal dan beberapa tanaman pakis, sudah seperti hiasan karpet tebal yang sengaja dipasang di dinding tebing yang menjulang gagah. Ahhh… its so adorable!!

Tebing-tebing tinggi kokoh namun lembut karena hamparan lumutnya

Persis di bawah air terjun terbentuk kolam yang sangat menggoda kita untuk bermain di bawahnya. Tapi ingat, karena air terjunnya tinggi dan air yang meluncur ke bawah sangatlah besar dan deras, bermain di bawahnya sangat berbahaya. Pada saat masuk pun, penjaga loket mengingatkan kami untuk tidak bermain dan mandi di kolam di bawa air terjunnya. Namun, kita bisa mandi-mandi dan bermain di sepanjang aliran sungai di luar area bendungannya.

Kolam dari air terjun yang dibendung ini, dialirkan kepemukiman warga

Meski sudah dibendung dan membentuk kolam, ternyata memang itu bukan tempat yang tepat untung berenang. Selain berbahaya, ternyata ada cerita tersendiri yang sangat dipercaya oleh penduduk setempat. Nanti kita ceritain ya.. hehehe..

Yang pasti, air yang dibendung ini, mengalir melalui parit atau saluran air kecil ke daerah pemukiman warga. Airnya dingin, dan bersih. Beberapa dari kami malah main-main dan berendam di saluran air ini.

Air terjun yang mengalir ke sungai yang juga sangat indah di hilirnya

Curug yang berada di ketinggian 660 mdpl ini memang sangat instagramable. Selain air terjun, tebing, dan aliran sungai yang keren abis. Di sini juga kalian akan menemukan tempat istirahat yang lumayan bagus untuk berteduh dari hujan. Ada beberapa saung kecil untuk berteduh. Di sekitarnya, tanaman benar-benar terurus membentuk taman yang alami.

Waktu yang saya alokasikan selama 2 jam untuk menikmati pemandangan di tempat ini jadi kurang. Terlalu banyak tempat pemotretan yang harus diambil.

Mengingat harus melanjutkan tujuan ke tempat lain, maka saya dan rombongan bergegas siap-siap untuk pulang. Kali ini kami memutuskan untuk naik ojek. Dan ternyata, naik ojek ini pun menjadi pengalaman tersendiri bagi kami. Butuh adrenalin yang cukup tinggi bagi yang belum terbiasa naik motor mendaki jalanan terjal dan sesekali penuh dengan kerikil dan batu.

Mitos Curug Sang Hyang Taraje

Dalam bahasa sunda curug berarti air terjun, sang hyang adalah sebutan kehormatan untuk dewa/raja zaman dulu, sementara taraje sendiri berarti tangga. Menurut cerita dari ibu penjaga loket (penduduk setempat, sudah tua dan berpakaian tidak resmi) konon katanya menurut dongeng, curug ini merupakan tangga yang digunakan oleh dewa-dewa menuju kayangan.

Dan lebih seru lagi – saat nongkrong di warung seberang loket – pemilik warung sempat cerita. Ternyata ada legenda tentang Sangkuriang dan Dayang Sumbi di air terjun ini. Konon kabarnya air terjun ini dulu digunakan oleh Sangkuriang untuk mengambil bintang yang akan dia persembahkan untuk Dayang Sumbi. (Yang sudah tahu tentang tentang Legenda Tangkuban Perahu, tentu sudah tidak asing dengan nama-nama ini.)

Selain itu – konon kabarnya – di dekat air terjun ini terdapat sebuah batu berbentuk tapak raksasa yang menurut mitos itu adalah tapak Sangkuriang. Dan menurut masyarakat setempat, tempat tersebut dipercaya sebagai tempat penyimpanan bintang (harta karun) Sangkuriang yang dijaga oleh belut raksasa. Entah itu hanya karena mitos belaka, menurut penduduk, jarang sekali orang yang dapat menemui tapak itu. Meskipun demikian masyarakat masih sangat mempercayai kesakralan cerita tersebut. Itu sebabnya, para pengunjung dilarang bermain di area sekitar itu. Ya, selain memang tempat itu sangat berbahaya untuk mandi-mandi.

Air terjun atau curug ini memang sangat pantas dinamakan Curug Sang Hyang Taraje. Air terjun kembar ini dari kejauhan terlihat mirip dengan tangga yang super besar.

Cara dan Jalan Menuju Curug Sang Hyang Taraje

Curug Sang Hyang Taraje, terletak di Desa Cibuluh, Pakenjengh, kecamatan Pamulihan, sekitar 50 km dari kota Garut, ke arah Garut Selatan. Agar lebih jelas, silahkan lihat di peta di bawah ini

  1. Menggunakan kendaraan Umum

Apabila hendak menggunakan kendaraan umum, yang paling gampang adalah kendaraan umum dari kota Garut. Kalian bisa naik Elf jurusan Bungbulang lalu berhenti di Cisandaan dan dari sini bisa langsung menggunakan ojeg ke lokasi (Simpang kecil menuju curug). Alternatif lain bisa menggunakan angkutan kota (angkot) ke arah Cikajang, berhenti di pertigaan arah Pameungpeuk, Bungbulang kemudian sambung naik angkot ke arah Cisandaan dan kemudian lanjut naik ojeg ke lokasi (simpang kecil menuju curug).

2. Menggunakan kendaraan pribadi

Bagi kalian yang rombongan, mungkin akan lebih enak dan simple jika menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa elf. Dari kota Garut ambil jalan atau rute ke arah Cikajang. Di pertigaan sebelum Cikajang, jangan belok kiri, karena itu jalan menuju Pantai Santolo, Pameungpeuk. Tapi ambil jalan ke kanan menuju arah Bungbulang. Di perjalanan nanti akan melewati Curug Orok. Curug Sang Hyang Taraje terletak kurang lebih 15 km dari Curug Orok.

Setelah melewati Curug Orok, kalian akan tiba di Desa Cisandaan. Di pertigaan ambil ke kanan, ke arah Pamulihan. Saat ini kondisi jalan dari Garut ke Pamulihan cukup bagus, hanya sedikit sekali jalan berlubang. Setelah melewati SMPN 1 Pamulihan, kita harus keluar dari jalan utama melalui jalan desa untuk sampai ke lokasi.

Disarankan mobil parkir berhenti di persimpangan jalan desa menuju lokasi. Dan lanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sekitar 2 km atau memakai ojek. Kondisi jalanan yang sempit, penuh dengan tikungan tajam dan bersisian langsung dengan jurang, perlu tingkat kehati-hatian yang cukup tinggi.

Fasilitas Curug Sang Hyang Taraje

Beberapa fasilitas di lokasi

Fasilitas dasar yang tersedia sudah cukup lengkap. Di dekat loket, ada tersedia beberapa warung permanen yang menjual makanan dan minuman.

Dari loket menuju curugpun sudah dibuatkan tangga semen. Di sekitar area air terjun ada beberapa bangku dan gazebo yang  bisa digunakan dan juga ada terdapat 1  buah toilet umum.

Hanya saja, belum ada penginapan yang cukup baik di sekitar sini. Penginapan terdekat yang cukup nyaman ada di kawasan Curug Orog.

Tiket Masuk ke Curug Sang Hyang Taraje

Untuk normalnya, harga tiket masuk ke air terjun ini cukup murah, hanya 6.000 Rupiah saja per orangnya. Namun, menurut kebiasaan selama ini, harga tiket bisa naik pada saat libur panjang atau hari raya/besar.

Nah, itu dia bagian kedua dari seri wisata di Swiss Van Java. Selamat menikmati keindahannya. Tunggu bagian ketiga dari seri ini.

Baca juga :
SERI SWISS VAN JAVA – #01
Pesona Kampung Naga, Simbol Teguh Memegang Adat Leluhur

About Eka Siregar

Halo.. panggil Bang Eka aja ya.. pada dasarnya saya senang jalan-jalan, makan dan mengerjakan atau mencoba hal-hal baru. Nah, di sini saya coba bagi ke teman-teman apa-apa yang telah saya lihat, dengar, dan rasakan sendiri. Silahkan dibaca-baca ya..

Check Also

Parang Gombong

Parang Gombong, Pertama Kali Datang Langsung Kesal eh Menyesal? (1)

Tulisan tentang Parang Gombong ini ada Kuis Berhadiahnya. Pertanyaan ada di akhir tulisan. ~~~~~~ Pernahkah …

Kawah Ijen Banyuwangi

Kawah Ijen Banyuwangi, Pesona dan Jalurnya, Menggoda si Gendut

Bagi para pencinta alam, Kawah Ijen Banyuwangi adalah nama tempat yang tak asing lagi di …

80 comments

  1. Kamar harga Rp. 100.000 untuk delapan orang? Murah banget….
    Tiket masuk ke Curug Rp. 6.000, termasuk murah juga. Pas untuk backpacker.

  2. Kerena bang. Ada tambahan tempat wisata lagi di Garut.

  3. Garut…
    Bukalah sama kota ini.
    Dingin.. hehe
    Lengkap banget bang, infonya. Informatif..

  4. Keren banget curugnya, Babang kesana ikut trip bpj apa enggak?

    Pengen kesini kalo bpj ngadain trip kesini hehehehe.

  5. Mata nyaman banget liat ijo2an begini. Pantesan Garut dijuluki Swiss Van Java. Biaya ke/di sana murah pula. Btw Babang juga pinteran, pakenya baju merah jadi fotonya makin bagus :))

  6. Paling suka ke tempat wisata yang ada mitosnya gitu, jadi keknya curug ini masuk list wisata ke Garut. Makasii sharingnya, bang 👍

  7. Haturnuhun bang informasinya komplit pisan… Next time kudu mesti ke sini nih….

  8. Lengkap Bang tulisannya. Disimpen dulu ah buat panduan kalo mau ke sana 🙂

  9. Hijau banget, Om…
    Om eka berhasil buat saya berfantasi nih. Tulisannya ngalir, foto2nya kece.
    Selain itu lengkap informasinya.

  10. Infonya lengkap banget, Bang! Memudahkan kalo kapan-kapan pengen ke garut 🙂

  11. Info yang lengkap plus photo photo yang ciamik…benar benar racun nih..

  12. Aku salah fokus sama penginapanny. murah aamat yaaa….

  13. Suka gaya nulisnya Babang, mengalir bikin yang baca selalu penasaran “what happen next?” informasinya juga lengkap banget plus dikasih peta menuju ke sana. mantap lah. Keep writing and cheer up

  14. Di sini ada area kamping ga bang? Aku pernah lihat ada yang foto pake tenda gitu.

  15. Story tellingnya kena banget bang. Informatif lagi. Kok bisa bang tulisannya Keren banget

  16. Bagus banget tempatnya 😍😍
    Sepertinya juga tidak terlalu mahal biaya kesananya
    Bisa jadi alternatif jalan murah nih..

  17. Detail yang lengkap dan informatif. Mantap

  18. Curugnya sepi, seperti belum diserbu para wisatawan, apa sekarang juga masih sepi…?

  19. Duh, belum nyampe ke kota ini dari kemaren-kemaren tapi makin diracunin sm ini om. Sediiiih

    Otwe juga nih

  20. Ke kota nya aja belum om, nah ini bikin malah makin mau otwe. Ah otwe sekarang juga nih.

  21. Kamarnya 85.000 berempat. Murah bangeeet….

  22. Keren banget curugnya… Apalagi dengan biaya terjangkau. Mungkin cari2 tempat wisata lainnya deket curug ini, jadi pas ke sana sekalian ke beberapa tempat 😊

  23. Pemandangannya bagus jadi pengen kesana, btw iket kepalanya beli dimana bang?

  24. Makasih babang info curuq.. next mang ngidam pengen ke curuq.. 3 curug

  25. Ulasan ceritanya lengkap bgt. Foto2nya juga bagus2. Lumayan nih bt dijadiin rekomendasi kalo mau liburan ke Garut hihi

  26. Putu2 nya duuuh.. keren bgt Babaang.. jadi duta wisata Garut aja Bang..

  27. Ramah banget buat kantong backpacker om, apalagi wismanya 100ribu bisa untuk 8 orang, ditambah tiket masuk curug yang murah. Kayaknya tempat ini bisa jadi referensi.

  28. Aaak indah banget! Ga sempet mampir ke sana waktu ke Garut akhir tahun lalu. Semoga bisa mampir kapan-kapan.

  29. Gilaak indah banget curugnya, Bang. Noted lah dulu untuk next deatinasi

  30. namanya sepintas mirip sang hyang heleut di bandung, dan keindahannya memang ga jauh beda sama disana.. kereen

  31. Curugnya keren banget, OM. Pemandangannya bikin adem hati, ihiiyy
    Kapan Kubbu ke sini Om?

  32. Ulasanya lengkap banget. Sampai ke mitos2nya pula. Keren ini emag curug. Jadi keinget curug seribu klo lg air besar ada 2 air terjunya.
    Kirain Taraje itu ntar Aje bang wkwk

  33. Ulasannya lengkap banget, Bang. Masih istiqomah terus nih nulis minimal 1500 kata.

  34. Curugnya Cantik banget…
    Infonya super lengkap. Bisa jadi dibookmark nih kalau2 mau kesana.

  35. Penginapannya murah banget itu. Terus worth it jalan kaki 2 km kalau pemandangan sepanjang jalan dan curug cantiiiki kayak gitu…
    Infonya komplit, Bang…Makasiiih:)

  36. Sepi juga ya, baru kerasa buat wisatanya nih kalo agak sepi.

  37. pemandangannya seger banget yak kang, ga watir tah ke sana pas musim hujan gini. duh jd kangen pengen main ke curug T_T

  38. perjalanan jauh dan melelahkan tak ada artinya begitu melihat air terjun secantik Sang Hyang Taraje.., langsung pengen main air

  39. Cakep benerrr curugnyaa, suka grogi aja kalo kudu jalan jauh kikikkk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: