Recent Posts

Ulasan Film : MARLINA – SI PEMBUNUH DALAM 4 BABAK

 

Wajah ketir sosok wanita cantik berbibir pucat pada poster film ini, serasi sekali jika disandingkan dengan trailernya yang mempertontonkan wanita yang menenteng potongan kepala sepanjang jalan. Kesan tegar, miris dan menegangkan di tanah yang indah tergambar jelas.

Gambaran ini yang terus-menerus jadi bahan obrolan teman-teman, tentang kenapa harus melihat film ini. Film yang digadang-gadang akan menjadi Film Terbaik di Indonesia tahun ini.

Lalu apa yang terjadi? Jatuh cinta! Di 10 detik pertama perasaan ini muncul dan bertambah besar. Love at the first sight pun terjadi.

Pemandangan Sumba Timur yang ditampilkan di awal film ini, sudah menghipnotis penonton untuk tidak peduli dengan isi ceritanya. Setiap frame yang di bidik dengan pengambilan sudut lebar ini, benar-benar difikirkan layaknya sebuah lukisan seorang maestro. Kualitas gambarnya tajam, berhasil menangkap setiap sisi dan sudut eksotisme Sumba Timur dengan sempurna.

Read More »

Sate Legendaris Ajo Ramon, Hati-Hati Kalau ke Sana!!

Sebenarnya sore itu saya sudah cukup berusaha untuk datang lebih cepat. Lokasi undangan yang hendak saya tuju, berdekatan sekali dengan satu tempat kuliner yang “katanya” sangat terkenal, bahkan “katanya” sudah jadi “legenda”. Siapapun yang mengaku sebagai pakar kuliner, “dianggap” pasti sudah tahu. Dan saya pun harus ke sana dulu sebelum ke tempat undangan. Rasa dan aromanya pun sudah menari-nari di depan mata. Pengalaman mencicipinya 2 tahun lalu mulai merangsang air liur berkeliaran di rongga mulut.

Tapi sayang, lalu lintas Jakarta sangat tidak bersahabat. Walhasil,  saya harus mengikuti undangan terlebih dahulu dan baru bisa ke target kuliner legenda tersebut jam 9 malam.

Jarak menuju ke “target” cuma sekitar 200 meter. Sepanjang jalan kaki ke sana, ada perasaan khawatir, takut kehabisan, hehehehe… Dan ternyata…. alhamdulilah.. saya masih dikasih kesempatan untuk merasakan lezatnya kuliner yang satu ini. Sate Padang AJO RAMON. Dari jauh, terlihat lapak Ajo Ramon masih terang dan ada tanda-tanda nyata kalau dia masih buka. Asap bakaran.

Read More »

Untuk mata mata indah pagi ini

Hari ini abang mau mulai tulis apa saja yang abang rasa. Menulis di samping geboy, via mac, di depan jendela yang menampakkan atap tanjung duren dan sekitarnya karena abang di lantai 27.

Dari tadi si geboy sibuk kali musing-musing di kandang airnya. Mulai lincah dia, setelah beberapa hari ini dia dapat kawan baru, di kandang baru.

Kawanku, mata mata indah yang mengalirkan arti gambar-gambar bentuk yang akan selalu ku ketik.. Mari kita selalu berkawan. Insya Allah abang akan selalu menyapa di pagi hari.

Bersama dingin atau apalah suasana hatimu saat itu.